Ini cuman iseng aja. Gue dapet dari sodara gue, menurut gue, ada bagusnya klo di publish.
tapi klo ini udah pasaran, ya maaf aja. Gue baru tau. Klo mau baca sok.

Benarkah anak kedua cenderung bermasalah dalam keluarga?

Anak pertama itu selalu melindungi keluarga dan berjiwa pemimpin, anak terakhir itu kebanyakan manja. Bagaimana dengan anak kedua, atau anak tengah? Begitulah kenyataannya, anak kedua hampir tidak pernah disebut-sebut dan sering terlupakan begitu saja.

Tidak hanya saat balita dan anak-anak, namun ketika si anak beranjak dewasa pun hal ini masih terjadi. Dalam acara-acara keluarga, anak tertua dan bungsu selalu ditanyakan kehadirannya. Simak saja ketika tiga orang anak ini diperkenalkan bersama-sama, orang akan lebih tertarik pada perkembangan yang paling tua dan yang paling kecil.

Tentu saja perbedaan perlakuan ini memberikan efek pada anak kedua. Namun seperti biasa, apa yang terjadi pada anak kedua selalu tidak lebih menarik dari kakak atau adiknya. Jadi jangan heran jika Anda merasa tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang hal ini.

Alfred Adler, seorang dokter medis dan psikolog yang juga teman sejawat Sigmund Freud, adalah orang yang mengemukakan pendapat ini. Didukung dengan sejumlah penelitian, ditemukan bahwa urutan kelahiran seorang anak menentukan kepribadiannya. Pribadi anak pertama dan anak terakhir, tentu Anda sudah sering mendengar dan memang benar adanya demikian. Kali ini, mari kita melihat apa yang terjadi dan dirasakan anak kedua.

Terasing

Anak kedua atau anak tengah sering merasa terasing dalam keluarganya sendiri. Hal ini disebabkan anak pertama biasanya mendapatkan rasa antusias dan perhatian yang besar dari kedua orangtua karena inilah pertama kalinya mereka memiliki anak. Dari rasa antusias dan kecintaan yang dalam ini, timbul tuntutan dari orang tua bahwa anak pertama harus berhasil, harus menjadi panutan adik-adiknya, harus ini dan harus itu. Oleh karena tuntutan tersebut, segala hal tentang anak pertama jadi perhatian kedua orangtuanya. Anak terakhir juga lebih diperhatikan karena selalu dianggap paling kecil dan harus dibantu dalam segala hal. Maka tinggallah anak kedua seorang diri.

Paling beda

Sebenarnya, diakui atau tidak, setiap anak selalu berjuang untuk memperoleh atensi dan afeksi dari orang tuanya. Dengan keadaan perhatian orang tua yang demikian, membuat anak kedua berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain dari saudaranya. Jika saudaranya baik, maka anak kedua bisa menjadi pribadi yang tidak menyenangkan dan pencari masalah. Sebaliknya, jika saudaranya tidak terlalu baik, maka dia akan berusaha sebisa mungkin menjadi pribadi yang sangat baik. Bahkan secara penampilan dan gaya hidup, mereka akan selalu mencari sesuatu yang berbeda dari saudara-saudaranya. Inilah yang membuat mereka berbeda.

Kreatif dan bebas

Sering sendirian dan bersemangat untuk melakukan sesuatu, membuat imajinasi anak kedua berkembang dengan baik. Pekerjaan seni dan yang membutuhkan kreativitas lainnya sangat sesuai dengan anak kedua, namun mereka tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Mereka sangat mencintai fleksibilitas, pekerjaan yang bisa membuat mereka bebas mengekspresikan dirinya dan tidak mengikat dari segi waktu maupun peraturan. Dalam sejarahnya, kebanyakan anak kedua selalu tidak bisa menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulainya. Tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak menyelesaikan kerajinan tangan yang dibuatnya, dan banyak lagi.

Friendly

Paham benar rasanya terasing dan tidak berkawan, anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan cinta persahabatan. Mereka selalu berusaha menyenangkan orang lain dan menjadi perekat persahabatan teman-temannya. Namun hal ini juga menyebabkan mereka tidak pandai dan tidak berani mengambil keputusan dalam segala hal, terutama yang menyangkut dirinya sendiri, karena takut merugikan orang lain.

Bermasalah dalam hubungan

Oleh karena kebutuhannya akan perhatian yang besar, ketakutan untuk menjadi terasing dan juga hubungan dalam keluarga yang tidak baik. Mereka akan menuntut perhatian dan selalu berprasangka bahwa mereka tidak diinginkan. Parahnya lagi, mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri dalam segala hal.