Hallo ini post an gue copas dari Blognya Bang Eza
Ini postan menurut gue keren banget, membela Rezpector. Baca yah, biarpun lo bukan Rezpector siapa tau bisa mencerahkan🙂

Bersama Kawan
Hari ke 25 tahun 2012 bulan februari

Skitar pukul 18.30 kami sampai di lokasi bernama Kedai Poster. Ke sebuah acara rutin temu kangen dengan kawan-kawan di kota Cirebon dan sekitarnya. Kami sdikit terlambat karena bentrok dengan jadwal kunjungan ke radio-radio lokal.
Massa berjumlah sekitar 150 orang lebihan. dan teruuus, bertambah secara sporadis perlahan lahan mendatangi tempat itu meski acara telah berlangsung lebih kurang stengah jam.
Dengan massa mayoritas memakai pakaian berwarna gelap dan dekil.. Mereka terlihat sangat militan persis kawanan garis keras gerilyawan Kashmir.
Saya beri tahu sesuatu, mempunyai massa fanatik seperti mereka sama rasanya seperti memiliki barreta atau Glock 19. Siap menyalak kapan pun ketika kami menarik pelatuknya.
Meski didalamnya banyak remaja-remaja berusia tanggung, tidak lantas membuat kami menyamaratakan mereka serupa dengan cheersleader bayaran acara musik di tv. Jelas berbeda. Mereka datang dan berkumpul menggunakan hati, bukan atas dasar materi tentu.

Ah..sdikit cerita ya…
Ada cerita lucu tentang Rezpector yang sampai kekuping kami. Banyak orang-orang dan atau bahkan teman sesama musisi dan komunitas kami sedikit risih dengan adanya mereka yang semakin banyak, semakin alay, dan semakin menjadi-jadi. “Muaahahahaha, So what the fuck mas? Risih dengan Rezpector sama aja risih dengan kami”. Saya sendiri memang selalu menutup kuping soal orang-orang yang tidak suka dengan adanya kawan-kawan saya di Rezpector. Saya mencintai Mereka lebih besar daripada saya suka sama karya musisi-musisi itu. Mereka tidak lebih baik dan mulia dibandingkan dengan kawan-kawan saya yang tersebar luas dari merauke sampai sabang. Mereka tidak pernah melakukan pengumpulan buku-buku pendidikan untuk daerah terpencil sprti yang 15orang kawan kami lakukan di Serang, Banten. Mereka tidak pernah menanam pohon 30 bibit/bulan sperti yang dilakukan Kawan di Samarinda, mereka tidak pernah mendonor darah per 3 bulan sperti kawan-kawan di Semarang, Kendal, Padang, Klaten, Bojonegoro, atau Jayapura. Mereka tidak pernah turun langsung menjadi sukarelawan bencana alam seperti kawan-kawan di Jogja, Tangerang, dan Batavia. Atau membersihkan rumah ibadah seperti yang kawan-kawan kami lakukan di Mojokerto. Musisi-musisi metropolis itu tidak pernah menjadi panitia seminar anti korupsi sperti kawan kami di Klaten. Dan bahkan bantuan dana/sumbangan ke yayasan yatim piatu setempat yang dilakukan di hampir semua korwil kawan-kawan kami di tiap kota dan daerah.
KAMI LEBIH NYATA BUNG! …Jadi yang akan saya katakan kepada siapapun yang mencibir kami adalah.. “Fuck you! If you wanna fuck us… First you gotta kiss us all!” kami tertawa paling akhir kaya Chino XL bung.. Lol

Sudah terlalu banyak dan sering ada pertanyaan apa arti mereka buat kita.. Mmm, akan sedikit klise dan usang bila kami katakan mereka adalah segalanya. Akan tetapi, memang seperti itu lah kenyataannya. Kata-kata apa yang tepat dong? Kami bertahan hampir satu dekade tidak lain dan tidak bukan adalah buat mereka dan karena mereka. Hampir selalu kami memikirkan mereka ketika sedang mengerjakan satu buah lagu. “gimana yah klo Rezpector ngedenger ini” adalah kalimat yang sering kami lontarkan ketika berdiskusi pas bikin lagu -lagu kami. Kami tidak perduli dengan opini dan komentar awan,musisi lain atau siapapun soal lagu-lagu kami, tapi kami sangat memikirkan reaksi apa yang akan terjadi dari kawan-kawan Rezpector soal sebuah lagu kami.

Kembali ke acara kami tadi malam. Malam itu cuaca sedikit labil. Setelah puanas seharian, magrib itu hujan terlihat membunuh debu dijalanan. Ini adalah sebuah acara rutin yang biasa kami lakukan untuk sekedar basa basi dengan kawan sekaligus saudara kami direzpector. Biasa disebut meet and great, saya pribadi kurang setuju dengan sebutan itu. Karena memang ga ada great-great nya sama sekali. Kami cuma orang biasa koq, bukan king of pop atau king of soul. Saya menyebutnya acara ini adalah acara silaturahmi dan temu kangen. Sudah berpuluh dan ratusan kali kami melakukan acara ini bilamana waktu dan tempatnya memungkinkan. Hari ini acara rutin ini lebih ngehe, dan massive. Kawan-kawan tercatat lebih dari 100 orang dari kota Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Lamongan, Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Cilacap, Cikampek, dan kota-kota kedua lainnya. bahkan beberapa dari Jambi dan Padang mewakili Sumatera juga hadir. Ini merupakan acara silaturahmi terbuanyaaaaak dalam jumlah massa. (selain Jambore Rezpector yang pernah kami lakukan bersama tahun kemarin).

Setelah kawan saya Bondan Titz dan Santoz banyak memberikan petuah-petuah dan intermezo santai yang membuat rahang kaku. acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan ringan dan ada juga yang sangat kritis persis media gosip mengorek-orek narasumber. Meski waktu yang disediakan hampir sama kaya waktu satu mata kuliah, Entah kenapa terasa sangat singkat mengingat skitar satu jam kedepan kami akan perform mengisi acara di tengah kota cirebon. Pada malam itu waktu menjadi sangat mahal mengingat kegiatan sperti ini “mungkin” tidak dimiliki oleh band-band lain. Foto-foto dan tanda tangan adalah hal keseribu, Ga penting banget lah.. Hal yang menjadi prioritas adalah sharing,brain storming dan curhat tentang musik atau kehidupan sekitar. Itu lebih penting.

Sudah hampir sejam lebih kami silaturahmi. Sudah saatnya kami pamit mundur untuk priper perform. Selain kami melihat ada beberapa wajah bengong,lusuh, atau sedang galau dan kecapean..mungkin ini adalah saat yang pas untuk “dadah-dadah” dan pamitan. Sampai berjumpa lagi kawan-kawan di seluruh wilayah.. Mudah-mudahan kalian tidak bosan sama sperti hal nya kami tidak pernah bosan melihat kalian.

Kalian bosan bukaaan??

Mmm.. Iyaaaaaaaa!!!! Lol

Salam, lezzano

Sumber : http://kamarsemiotika.blogspot.com/2012/02/bersama-kawan.html?showComment=1330749451163#c1637507974938334856