Hallo, ada yang request sama gue supaya gue buat cerpen atau karangan gitu lah. Gue hari ini nyoba bikin. Ini ceritanya masih gak jelas, soalnya gue gak tau mau cerita soal apaan hahaha. Tapi ini buat test aja, iseng. Maad ceritanya aneh sama gak nyambung. Maklum gue belum pernah buat something like this. Mohon saran dan kritik nya. Saya masih abal-abal banget.

Aku Anne, gadis kecil berumur 7 tahun. Aku mempunya Ayah, ibu, kakak, dan adik ku. Dan aku lupa, aku mempunya kucing cantik bernama miss Cathy. Kakak ku bilang aku hanya anak ingusan yang selalu minta dibelikan permen lolipop, tapi itu tidak benar. Aku tidak suka ingusan kok, tapi benar jika aku sering meminta lolipop ke ayah ku. Akhir-akhir ini Ayah sering sekali pulang telat, tidak seperti biasanya. Ibu terlihat lebih sering mengecek telepon genggamnya untuk menelpon Ayah jika pulang tidak tepat waktu. Aku pun merasa kehilangan, karena hanya Ayah yang mau bermain dengan ku. Ge dan Mey tidak mau bermain ku, mereka bilang aku terlalu membosankan. Ya mungkin aku tidak terlalu akrab dengan kakak dan adik ku, tapi itu tidak penting. Saat ayah tidak bekerja, aku mendekati ayah, aku meminta ayah untuk mengajak ku jalan-jalan ke taman untuk membeli kembang gula. Dan Ayah setuju dengan itu. Kami pergi berdua, tetapi saat di taman Ayah bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu mungkin tidak secantik Ibu ku, tetapi dia terlihat lebih, muda. Wanita itu mencubit pipi ku dan mengelus rambutku. Aku melihat ayah dan wanita itu berbincang lama, sedangkan aku serius menghabiskan kembang gula ku.

Aku tidak mengerti mengapa Ayah dan Ibu sering sekali berteriak-teriak akhir-akhir ini, mengganggu tidurku. Sungguh. Terkadang aku mendengar ibu ku menangis. Kenapa ya? Biasanya aku menangis saat sesuatu milik ku di ambil atau saat keinginan ku tidak di kabulkan oleh ayah dan ibu. Dan kejadian ini kira-kira sudah berlangsung selama, um tunggu sebentar, biarkan aku menghitung dulu sudah berapa hari. Ya kira-kira enam belas hari. Dan hari ini hari minggu, aku melihat pagi ini Ibu ku mengambil kopernya, dan mengisinya dengan beberapa pakaian nya, pakaian Ge dan Mey. Tetapi pakaian ku tidak. Ge dan Mey juga sudah di suruh ibu untuk mandi saat Ayah pergi untuk ke bengkel, biasanya aku selalu ikut ayah ke bengkel, tetapi sialnya hari ini aku bangun terlambat karena tidurku tertanggu oleh keributan orang tua ku. Ibu ku mendekati aku, Ge, dan Mey. Ibu melihatku, dan berkata aku harus tetap di rumah menemani ayah ku. Ibu ku bersama Ge dan Mey akan pergi. Aku bertanya kenapa ibu tidak mengajak ku, lalu ibu ku berkata, aku tidak dibutuhkan oleh ibu ku. Lalu saat mereka pergi aku melambaikan tanganku kepada Ge dan Mey. Entahlah, walaupun aku dengan mereka jarang sekali berbicara, saat itu aku merasa sedih sehingga ingin menangis. Siang harinya, ayah kembali. Ayah terlihat bingung karena aku hanya sendiri di rumah, dan ia menemukan sebuah memo, aku tidak bisa membacanya karena aku belum bisa membaca. Ya aku memang paling payah. Ayah terlihat sedikit frustasi, lalu memeluk. Aku bertanya, mengapa ayah terlihat sedih? Ayahku hanya menjawab, ibu dan saudara-saudaraku sedang berlibur ke suatu tempat dan mungkin tidak akan tinggal lagi bersama aku dan ayah. Curang sekali ibu dan saudara-saudaraku berlibur tidak mengajak aku ikut.
Beberapa hari berikutnya, ada seorang tetangga datang ke rumah, memberiku sekotak cookies. Dia adalah Adam, anak tetangga sebelah ku. Dia lebih tua dari ku sepuluh tahun. Tiba-tiba saja dia berbicara ” Orang tua mu sudah bercerai ya? Kau hanya tinggal bersama Ayah mu? Jika kau kesepian, datanglah ke rumah ku “. Aku hanya tersenyum dan berkata ” iya, baiklah “. Aku hanya tidak mengerti maksud kata Adam yang ” bercerai “, itu kosakata baru.

Besok adalah hari Ibu, sekolah ku menyuruh setiap siswa datang bersama ibunya. Mungkin tahun lalu aku bisa datang bersama ibu ku, karena aku dan Ge satu sekolah. Tetapi tahun ini ibu ku tidak bisa datang. Kata Ayah, ibu ku tidak dapat datang karena ibu ku akan ke sekolah Ge. Aku kecewa, andai Ibu dan saudara-saudara ku tidak berlibur dan pindah tempat tinggal tentu hari ini aku bisa mengajak ibu ku ke sekolah. Saat di kelas, walikelas ku bertanya kepadaku, kemanakah ibu ku? Sebelum aku menjawab, Jacob, anak nakal di kelas ku berteriak mengucapkan bahwa orang tua ku telah bercerai, dan aku sudah tidak tinggal dengan ibu ku. Aku jadi ingat kata-kata Adam tentang bercerai. Aku belum tahu apa arti dari bercerai. Wajah walikelas ku berubah menjadi sedih, ia memeluk ku, dan berkata aku harus kuat. Aku bingung, tetapi aku tersenyum kepadanya dan berkata aku selalu kuat karena ayah selalu memberiku susu.

Karena bosan, hari ini aku bosan, jadi aku bermain ke rumah Adam. Ada ibunya Adam. Dia bertanya tentang kabar ku dan ayah ku. Lalu adam mengajak ku ke ruang keluarga. Karena aku masih penasaran, aku bertanya ke Adam tentang perceraian itu. Adam seperti kaget saat aku belum tahu arti perceraian. Adam bilang perceraian itu adalah di saat ayah dan ibu ku berpisah, yang artinya ayah dan ibu tidak saling menyayangi dan mencintai. Dan ia berkata bahwa sekarang keluarga ku sudah tidak utuh lagi seperti keluarga yang biasanya. Aku sekarang tidak mempunyai ibu, dan saudara-saudaraku yang bersama ibu ku tidak mempunyai ayah lagi. Aku belum mengerti jelas tentang penjelasan Adam. Lalu aku bertanya mengapa ibu ku tidak membawa ku, Adam menjawab, mungkin ibu ku tidak menginginkan ku dan membenci ku. Entah saat mendengar penjelasan Adam, seperti ada yang menekan dada ku. Mata ku panas. Aku menangis sejadi-jadinya. Sekarang aku tidak mempunyai Ibu lagi, Ibu meninggalkan aku dan ayah. Ibu tidak menginginkan aku lagi? Apakah ibu tidak menyayangiku? Malam harinya aku bertanya ke ayahku. Wajah ayah terlihat kaget saat aku bertanya. Ayah memeluku, dan berkata ” Ayah akan mencarikan ibu baru untuk mu Anne. Tentu kau ingat wanita yang kau temui di taman beberapa waktu lalu, dia adalah calon ibu mu yang baru “. Aku hanya terdiam saat mendengar kata-kata ayah ku. Untuk apa aku mempunyai Ibu dua?!

Ya, berkat perkataan Jacob, akhir-akhir ini aku sering menjadi bahan ejekan di sekolah. Banyak yang meneriaki ku kalau aku adalah anak buangan dari ibu ku, ayah ku mata keranjang, keluarga ku berantakan, aku anak sampah dan umpatan lainnya. Aku tidak mengerti? Mengapa seperti ini? Mengapa ayah dan ibu tega membuatku pusing dengan keadaan ini? Aku jadi sering malas untuk pergi ke sekolah. Dan ayah selalu bertanya mengapa aku malas sekolah. Dan akhirnya aku menceritakan kepada ayah ku bahwa aku di bully dan sering di teriaki oleh teman-teman ku di sekolah. Aku selalu bertanya apakah ini yang di inginkan Ayah dan Ibu ku?