Hey, kita bertemu lagi, tentu masih ingat aku kan? Ah jahatnya kalian melupakan aku. Aku Anne, ingatkan? Aku gadis berumur 7 tahun itu loh. Aku sekarang sudah bisa kembali bersekolah, walaupun aku tidak sekolah di sekolah umum lagi, aku homeschooling. Memang sih membosankan aku sekolah tidak mempunyai teman, tapi tidak apa-apa daripada aku mempunyai teman sekolah tetapi aku hanya di bully mereka dan tidak ada yang mau berteman dengan ku-mungkin-. Ayah ku sekarang sudah menikah lagi dengan seorang wanita, ya kulihat dia wanita yang baik. Dia tidak marah jika aku melakukan kesalahan seperti lupa mematikan lampu, lupa mengerjakan apa yang dia suruh atau saat aku memakai uang dia untuk membeli beberapa lolipop. Aku cukup menyukainya, dia banyak kesamaan denganku, dia menyukai lolipop juga, dan yang kerennya dia bisa bela diri loh. Dan oya, aku juga pindah rumah dari tempat tinggal ku yang dulu, ayah bilang ayah takut jika aku tetap di tinggal di situ akan ada anak-anak jahat yang membullyku. Ibu ku yang baru pernah menyuruhku untuk bermain keluar, berkenalan dengan beberapa anak sebaya denganku, tapi aku masih takut. Aku takut akan dikerjai atau di soraki seperti dulu, itu mengerikan sekali. Tetapi hari ini aku sedikit bosan di rumah, aku bosan hanya bermain video game dan menonton film saja. Niatnya sore ini aku ingin bermain sepeda keluar, berkenalan dengan beberapa anak. Semoga saja aku bisa. Ya dan sekarang aku sudah lengkap dengan sepeda plus helm ku. Aku berpamitan dengan Dien-itu nama ibu baruku, aku terbiasa memanggilnya dengan Dien, memanggil nama nya saja-, aku bilang aku ingin cari angin. Dien terlihat senang. Saat aku keluar rumah, aku melihat rumah yang ada di depan rumah ku ada sekumpulan gadis, mungkin lebih muda dariku tapi ada juga yang seumuran denganku. Aku mendekati gerombalan itu dan menyapa mereka. Mereka terlihat kaget, aku memperkenalkan diriku dan aku bilang aku ingin bermain bersama mereka. Salah satu dari mereka memperkenal dirinya, namanya Sesil, dia bilang aku boleh ikut bermain bersama mereka. Sesil banyak bertanya kepadaku, dan kelihatannya beberapa dari gadis itu juga ada yang tertarik dengan cerita ku. Mereka sempat kaget saat tau aku sekolah di rumah. Aku tidak menceritakan masalahku, aku takut mereka menjauhi dan melakukan hal yang sama seperti teman-temanku yang dulu. Esok harinya aku bermain lagi dengan mereka, aku sedikit tidak nyambung dengan obrolan mereka. Mereka hanya membicarakan tentang boneka Barbie mereka, mereka seperti bersaing boneka merekalah yang paling bagus. Aku punya sih boneka Barbie, tetapi aku kurang tertarik. Aku tidak bisa bergabung dengan obrolan mereka. Aku merasa agak diabaikan oleh mereka hari ini. Esok harinya aku bermain lagi dengan mereka, hari ini mereka benar-benar mengabaikan ku. Kenapa? Apa aku bau? Oke aku tau aku membosankan. Lusa ada acara di sekitar rumah ku, dan kalian tau? Aku sendirian di acara sialan ini. Teman baruku – Ya kumpulan gadis itu – tidak ada yang peduli dengan ku, tidak ada yang mengajak ku berkumpul bersama mereka, atau sekedar mengajak ku mengambil kue. Aku ingin menangis, tetapi ada Dien, dia mau menemaniku. Aku tidak jadi menangis.
Hari ini hari minggu, Ayah mengajak ku dan Dien ke taman dekat rumah ku. Ayah bilang aku harus mencari teman. Aku tidak menceritakan masalah ku dengan gadis-gadis itu ke ayah ku dan Dien, yang mereka tau setiap sore aku bermain dengan mereka. Saat di taman, ya aku melihat banyak anak-anak disana. Aku tertarik dengan dua orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki, aku mendekati mereka dan aku bilang aku ingin bermain dengan mereka. Mereka memperbolehkan aku, nama mereka Duran, Mariah, dan Kate. Aku mengajak mereka ngobrol, tetapi setiap aku bertanya mereka tidak bertanya balik kepadaku. Saat aku kehabisan pertanyaan dan bahan obrolan aku bingung. Kami berempat akhirnya hanya diam. Karena bosan, aku pamit kepada mereka, aku bilang mau bermain ke tempat lain, mereka menggangguk. Mereka terlihat tidak tertarik untuk berteman dengan ku? Kenapa? Apa karena aku tidak cantik? Aku hanya biasa-biasa saja dengan pipi tembam dan tubuh yang berisi, tidak cantik. Atau karena aku tidak memiliki mainan yang bagus dan menyenangkan mereka tidak mau berteman dengan ku. Oke, tapi aku tidak menyerah, aku mencoba ke anak lain. Ah, hasilnya sama saja. Kalau tidak aku di abaikan atau di cuekin, aku hanya di perhatikan beberapa kali saja. Ada apa dengan semua orang? Apa ada yang salah dengan ku? Mengapa semua orang tidak ada yang mau berteman denganku? Apakah ayah dan Dien pernah merasakan ini? Tidak ada yang mau berteman dan dekat denganku.